Pengertian Darah, Fungsi Darah, dan Komponen Darah yang Bermanfaat

Claritin.us – Pengertian Darah, Fungsi Darah, dan Komponen Darah yang Bermanfaat, Pengertian Darah, Fungsi Darah, dan Komponen Darah yang Bermanfaat

Pengertian Darah, Fungsi Darah, dan Komponen Darah yang Bermanfaat

Pengertian Darah

Pengertian Darah.

Darah merupakan cairan yang dimiliki semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) dan memiliki fungsi mengirimkan zat-zat serta oksigen yang dibutuhkan jaringan tubuh. Darah diambil dari kata hemo atau hemato yang berasal dari bahasa Yunani yaitu haima yang memiliki arti darah. Darah manusia memiliki warna merah terang jika terdapat banyak oksigen dan merah tua jika kekurangan oksigen.

Darah dapat beredah ke seluruh tubuh berkata bantuan alat peredaran darah yaitu : jantung, pembuluh darah, dan pembuluh limfa. Darah juga dapat menjadi sumber energi bagi tubuh dengan mengangkaut nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang berguna untuk mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit.

Fungsi Darah

  • Sebagai Zat Pengangkut : Fungsi darah di dalam tubuh antara lain ialah sebagai pengangkut zat-zat kimia seperti hormon, pengangkut zat buangan hasil metabolisme tubuh, pengangkut oksigen dan pengangkut karbondioksida.
  • Menjaga Agar Suhu Tetap Stabil : yaitu dengan cara memindahkan panas dari alat-alat tubuh yang aktif ke agian lain yang tidak aktif.
  • Mengangkut Oksigen : Darah ialah cairan di dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut oksigen dan diperlukan oleh sel di seluruh tubuh.
  • Mengedarkan Air : Berfungsi untuk melakukan reaksi enzimatis dan menjaga tekanan osmosis tubuh.
  • Mengedarkan hormon dan getah bening ke seluruh bagian tubuh.
  • Menghindarkan tubuh dari infeksi kuman dengan jalan membentuk antibodi.
  • Mengatur keseimbangan asam dengan basa untuk menghindari kerusakan jaringan-jaringan pada tubuh.
  • Menutup luka melalui keping darah.

Komponen Darah
Bila dipisahkan maka dapat diamati bahwa darah tersusun atas dua komponen, yaitu komponen cair (plasma darah)dan komponen padat (sel darah, eritrosit, leukosit, dan trombosit). Berikut komponen darah.

  • Plasma Darah
    Plasma darah memiliki warna jernih kekuningan. Plasma darah sebagian besar terdiri atas 92% air, 0,9 mineral (NaCl, fosfor, magnesium), besi) 0,1% bahan organik (seperti glukosa, lemak, enzim, dan antigen). Pada protein plasma darah juga terdiri atas albumin, fibrinogen, dan globulin. Zat-zat lain yang juga larut dalam plasma darah, antara lain sari makanan, mineal, hormon, antibodi, dan zat sisa.
    1. Fibrinogen : Merupakan protein yang berperan untuk pembentukan dengan cara membentuk benang-benang fibrin di tempat yang luka, sehingga sel-sel darah akan terperangkap dalam anyaman benang-benang fibrin tersebut.
    2. Serum : Bagian plasma darah yang tidak bisa mengumpal, berwarna kekuningan, berupa cairan tanpa fibrinogen. Serum akan berubah menjadi keruh setelah kita selesai makan, karen bagian darah yang membawa sari-sari makanan adalah serum.

  • Sel-sel Darah
  • Ada tiga macam sel darah manusia, yaitu sel darah merah (eritrosit), Sel darah Putih (leukosit), keping-keping darah (trombosit).

  1. Sel Darah Merah (eritrosit) : Sel darah merah memilik bentuk bulat pipih, tidak berinti, dan cekung di bagian tengah (bikonkaf). setiap 1 mm3 mengandung kurang lebih 5 juta sel darah merah. sel darah ini berwarna merah karena mengandung hemoglobin (Hb), yaitu seperti protein yang mengandung zat besi. Fungsi utama Hb adalah mengikat paru-paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Hemoglobin yang telah berhasil mengikat oksigen akan membentuk oksihemoglobin yang berwarna merah cerah. Sebaliknya, bila mengikat karbondioksida hemoglobin akan berwarna merah tua. Sel darah dibentuk di sumsum merah tulang pipa dan tulang pipih. Sel darah merah hanya berumur kurang lebih 120 hari. Setelah itu sel darah merah akan rusak dan langsung dirombak di dalam hati dan limfa. Hasil perombakan hemoglobin berupa zat warna empedu yaitu bilirubin dan biliverdin.
  2. Sel Darah Putih (leukosit) : Bentuk dari sel darah putih tidak tetap (amuboid) dan memiliki inti. Setiap 1 mm3 mengandung sekitar 8.000 sel darah putih. Leukosit bergerak aktif, bisa menembus dinding pembuluh darah (diapedesis). Fungsi utama dari sel darah putih adalah sebagai pertahanan tubuh melawan kuman/bibit penyakit yang masuk kedalam tubuh dengan cara memakanya (fagosit) atau membentuk antibodi. Infeksi kuman kedalam jumlah leukosit terlalu sedikit (dibawah 6.000 sel per mm3 darah) disebut sebagai leukopeni. jika jumlah leukosit melebihi normal (di atas 9.000 sel per mm3) disebut leukositosis.
  3. Keping Darah (trombosit): Trombosit memiliki bentuk tidak teratur dan tidak berinti. Dalam setiap 1 mm3 darah terdapat kurang lebih 300.000 ribu keping darah. Jika kita mengalami luka berdarah, keping-keping darah berfungsi untuk membekukanya. Trombosit memilik umur sekitar 5 sampai 9 hari. Bila darah keluar karena luka, trombosit akan pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase yang berfungsi untuk mengubah protrombin menjadi trombin karena pengaruh ion kalsium dan vitamin K dalam darah. Trombin akan mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin akan menjaring sel-sel darah hingga luka tertutup dan tidak mengeluarkan darah lagi
    Keping Darah (trombosit).
  • Jantung
  • Jantung berfungsi sebagai pemompa darah dan sebagai pusat peredaran darah. Jantung memiliki ukuran sebesar kepalan tangan dan terletak di dalam dada sebelah kiri. Jantung manusia memiliki 4 ruang yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, bilik kiri. Darah yang terdapat pada serambi dan bilik kiri kaya akan oksigen, sebaliknya darah pada serambi dan bilik kanan kaya akan karbondioksida. Dinding bilik jantung lebih tebal daripada dinding serambi, itu di karena bilik jantung bertugas memompa darah keluar jantung. Bilik kiri berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh dan bilik kanan berfungsi memompa darah ke paru-paru.
    Dinding jantung terdiri 3 lapis, yaitu perikardium berfungsi sebagai selaput pembungkus jantung, miokardium sebagai otot jantung, endokardium sebagai selaput yang membatasi ruang jantung.

    Pada jantung terdapat katup-katup yang berfungsi menjaga agar darah yang telah masuk ke dalam bilik tidak dapat kembali lagi ke serambi, berikut macam-macam katup yang terdapat pada jantung

    1. Katup 2 daun (valvula bikuspidalis), terletak diantara serambi kiri dan bilik kiri.
    2. Katup 3 daun (valvula trikuspidalis), terletak diantara serambi kanan dan bilik kanan.

  • Pembuluh Darah
  • Pembuluh darah adalah suatu saluran yang memiliki fungsi untuk mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung. Berdasarkan fungsi dari pembuluh darah, pembuluh darah tersusun atas pembuluh nadi (arteri), pembuluh balik (vena), dan pembuluh kapiler.

  1. Pembuluh Darah Nadi (arteri).
    Arteri berfungsi untuk mengalirkan darah meninggalkan jantung menuju ke seluruh tubuh. Arteri yang terbesar dan berdekatan dengan jantung disebut aorta. Aorta bercabang-cabang menjadi ateriol.
  2. Pembuluh Darah Kapiler.
    Kapiler adalah pembuluh darah yang sangat halus serta menghubungkan antara arteriol dan venula.
  3. Pembuluh Darah Balik (vena).
    Vena mengalirkan darah menuju jantung. Vena yang mengalirkan darah dari bagian atas tubuh disebut vena cava superior, sedangkan vena yang membawa darah dari tubuh bagian bawah disebut vena cava inferior. Cabang vena dinamakan venula.

Peredaran darah manusia disebut peredaran darah tertutup dan juga memiliki 2 macam peredaran darah , yaitu peredaran darah kecil dan peredaran darah besar

Peredaran darah manusia.

  1. Peredaran Darah Kecil : Peredaran darah yang melewati paru-paru.
    Berikut proses peredaran darah kecil :
    Bilik Kanan menuju arteri pulmonalis menuju paru-paru menuju vena pulmonalis menuju serambi kiri.
  2. Peredaran Darah Besar : Peredaran darah yang melawati seluruh tubuh.
    Berikut proses peredaran darah besar :
    Bilik kiri menuju arteri menuju seluruh tubuh menuju vena menuju serambi kanan.

Penggolongan Darah
Darah manusia terbagi menjadi 4 golongan, yaitu golongan A, B, O, dan AB. Penggolongan darah ini ditemukan oleh seseorang ilmuan Austria bernama Karl Landsteiner. Golongan darah manusia bersifat menurun dari orang tua kepada anak.

  • Peredaran Getah Bening (limfa)
    Sistem peredaran pada manusia tidak hanya mencakup darah, namun juga termasuk peredaran getah bening atau limfa yang berperan dalam pengangkutan lemak serta pemberantasan penyakit. Peredaran getah bening atau limfa terdiri atas cairan limfa, pembuluh limfa, dan kelenjar limfa.
  1. Cairan Limfa : Cairan limfa atau getah bening mengandung sel darah putih yang erfungsi mematikan kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Cairan limfa juga mengangkut lemak. Di usus, pembuluh limfa yang mengangkut lemak disebut pembuluh kil.
  2. Pembuluh Limfa : Pembuluh limfa terletak pada sela-sela otot, memiliki cabang-cabang halus, dan bagian ujungnya terbuka. Melalui cabang inilah cairan tubuh masuk ke dalam pembuluh limfa. Struktur pembuluh limfa mirip dengan vena, tetapi memiliki lebih banyak katup.
    Pembuluh limfa dibedakan menjadi 2 macam:
    • Pembuluh Limfa Kanan : Pembuluh Limfa Kanan memiliki fungsi untuk menampung cairan limfa yang berasal dari daerah kepala, leher kanan,dada kanan, dan lengan kanan. Pembuluh ini memiliki pusat yaitu pada vena dibawah selangka kanan.
    • Pembuluh Limfa Kiri :Pembuluh limfa Kiri memiliki fungsi untuk menampung getah bening yang berasal dari daerah kepala, leher kiri, dada kiri, dan lengan kiri, serta tubuh bagian kiri,serta tubuh bagian bawah. Pembuluh ini bermuara pada vena dibawah selangka kiri.
  • Kelenjar Limfa
    Kelenjar limfa banyak terdapat pada pangkal paha, ketiak, dan leher. Kelenjar limfa berfungsi menghasilkan sel darah putih serta menjaga agar tidak terjadi infeksi lebih lanjut. Ketika tubuh terkena infeksi, kelenjar limfa akan membengkak. Di dalam tubuh juga terdapat alat tubuh yang memilik fungsi sama dengan kelenjar limfa, yaitu limpa dan tonsil.
  1. Limpa : Limpa adalah sebuah kelenjar yang memiliki warna ungu tua dan terletak di belakang lambung.
  2. Fungsi Limpa:

    • Tempat pembentukan leukosit dan antibodi.
    • Tempat tersimpannya cadangan sel darah.
    • Tempat pembongkaran eritrosit yang sudah mati.
    • Tempat pembunuh kuman penyakit.
  3. Tonsil : Tonsil terletak disebelah kanan dan batang tenggorok yang biasa disebut dengan amandel. Sebuah tonsil yang lainya terletak didalam rongga hidung dan biasa disebut polip. Jika tonsil dilewati kuman yang menuju organ lain, tonsil akan aktif dalam mengadakan perlawanan dan menyebabkan pembengkakan. Pembengkakan tonsil dapat menggangu kesehatan sehingga harus dibuang dengan jalan operasi.

Penyakit Pada Sistem Peredaran Darah Manusia

  • Anemia: Penyakit kekurangan darah yang disebabkan oleh jumlah sel darah merah jauh dibawah normal atau rendahnya kadar Hb dalam sel darah merah. Gejaa anemia adalah merasa kurang bertenaga, pucat, dan bernapas dengan terengah-engah
  • Leukimia (kanker darah): Yaitu produksi leukosit yang terlalu banyak sehingga memakan sel-sel darah yang lain.
  • Hemofilia : Penyakit darah yang tidak bisa membeku. Penyakit ini termasuk jenis penyakit menurun.
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi): Keadaan di mana tekanan darah jauh di atas normal. Hipertensi dapat menyebabkan dinding nadi menjadi keras dan tebal serta penyakit jantung.
  • Hipotensi (tekanan darah rendah) : Keadaan di mana tekanan darah jauh di bawah normal. Gejalanya adalah mudah lelah dan kaki serta tangan sering mengalami kesemutan.
  • Varises : Pelebaran vena yang terjadi pada bagian kaki, sehingga tampak menonjol berwarna kebiruan. Varises disebabkan terlalu lama berdiri.
  • Ambeien : Pelebaran vena yang terjadi pada sekitar anus, Disebabkan karena terlalu banyak duduk.
  • Stroke : Kondisi kelumpuhan yang disebabkan penyumbatan ataupun pecahnya pembuluh darah otak sehingga pasokan oksigen ke otak berkurang. Stroke dapat disebabkan hipertensi atau kadar kolestrol yang tinggi.
  • Aterosklerosis : Mengerasnya dinding arteri akibat penimbunan lemak sehingga menyumbat aliran darah. Cara mencegah aterosklerosis adalah dengan mengurangi berat badan serta mengurangi makan makanan yang banyak mengandung lemak dan kolesterol.
  • Arteriosklerosis : penimbunan zat kapur di dinding arteri sehingga menggangu aliran darah.

Itulah pengertian darah, fungsi darah, komponen darah, penggolongan darah, dan penyakit pada sistem peredaran darah. Semoga sangan bermanfaat untuk Anda.
Terima Kasih Atas kunjungan anda di halaman  Pengertian Darah, Fungsi Darah, dan Komponen Darah yang Bermanfaat, Jangan lupa untuk Membookmars Halaman ini jika  Pengertian Darah, Fungsi Darah, dan Komponen Darah yang Bermanfaat berguna untuk anda.

Leave a Reply